Home News Berita National Jokowi 3 Tahun Jadi Presiden, Ini “Oleh-oleh” Wajib Setiap Kali Blusukan

Jokowi 3 Tahun Jadi Presiden, Ini “Oleh-oleh” Wajib Setiap Kali Blusukan

117
SHARE
Jokowi 3 Tahun Jadi Presiden, Ini Oleh-oleh Wajib Setiap Kali Blusukan

MEMBACABERITA – Berbagai persoalan dalam dunia pendidikan masih jadi pekerjaan serius yang harus dibenahi oleh pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK).

Memasuki tiga tahun masa pemerintahan Jokowi-JK, Pemerataan pendidikan hingga pembangunan infrastruktur sekolah masih jadi hal yang memerlukan perhatian pemerintah.

Jokowi 3 Tahun Jadi Presiden, Ini Oleh-oleh Wajib Setiap Kali Blusukan

Untuk pemerataan pendidikan, Kartu Indonesia Pintar (KIP) jadi andalan.

Lewat KIP, setiap siswa miskin di Indonesia berhak menerima bantuan sosial untuk menunjang biaya pendidikan. Bagi siswa sekolah dasar (SD), pemerintah menganggarkan bantuan dana sebesar Rp 450 ribu per kepemilikan kartu.

Angka lebih besar dianggarkan bagi siswa sekolah menengah pertama (SMP) yang berhak atas bantuan sebesar Rp 750 ribu dan Rp 1 juta untuk siswa sekolah menengah atas (SMA).

Dalam berbagai kunjungan, Jokowi selalu menyempatkan diri untuk membagikan KIP kepada masyarakat. Hingga Oktober 2017, lebih dari 8 juta KIP telah dibagikan kepada siswa miskin di seluruh Indonesia.

Dimana sebanyak 46.336 diantaranya Jokowi bagikan sendiri pada tiap-tiap kunjungannya ke tengah masyarakat di 39 kota dan kabupaten di seluruh Indonesia.

“Saya juga membagi langsung 46.336 lembar Kartu Indonesia Pintar di 39 kota dan kabupaten dari lebih 8 juta KIP yang telah dibagikan kepada siswa-siswa sekolah,” imbuh Jokowi dalam keterangan tertulis yang dibagikan oleh Biro Pers Istana.

Selain pemerataan pendidikan, permasalahan lain seperti infrastruktur pendidikan pun masih jadi persoalan. Dengan anggaran pendidikan mencapai 20 persen, pembangunan infrastruktur pendidikan belum optimal.

Menurut data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), sebanyak 152 sekolah rusak berat.

Dari 1,6 juta ruang kelas, hanya ada 29,3 persen yang tergolong dalam keadaan layak. Sementara 70,7 persen sisanya mengalami kerusakan ringan, sedang dan berat.

Selain itu, berbagai permasalahan lain seperti pemantapan kurikulum dan sistem pendidikan. Hal ini menjadi pekerjaan lain yang harus diselesaikan pemerintahan Jokowi-JK dalam dua tahun sisa pemerintahannya.