Home News Berita National Pembunuhan Karyawati Bank di Lembang, Sang Anak Jadi Saksi Kunci

Pembunuhan Karyawati Bank di Lembang, Sang Anak Jadi Saksi Kunci

46
SHARE

MEMBACA BERITA – MA, anak dari Ela Nurhayati (42) yang merupakan korban pembunuhan, menjadi saksi kunci atas tewasnya sang ibu. Pasalnya, MA merupakan satu-satunya orang yang ada di sana saat ibunya ditemukan meninggal dunia.

“Anak korban jadi saksi kunci,” kata Kabid Humas Polda Jawa Barat Trunoyudo Wisnu Andiko di kantornya, Kamis (13/9/2018).

Meski begitu, MA diketahui merupakan anak berkebutuhan khusus (ABK). Jadi untuk pemeriksaannya bakal diberi pendampingan oleh tim ahli.

“Tapi anak ini perlu pendampingan tim ahli karena termasuk anak berkebutuhan khusus,” jelas dia.

Kemudian terkait puluhan luka tusuk di tubuh Ela, polisi juga menemukan satu barang bukti pisau yang diduga digunakan pelaku.

“‎Jenisnya pisau dapur. Sekarang sedang divisum benar enggak alat itu yang digunakan. Meski ada darah, tetap harus dicek lagi untuk memastikan, sehingga pembuktiannya ilmiah. Kemudian untuk mengetahui dan memastikan pisau berasal dari luar atau ada di dalam rumah,” ujar ‎Wisnu.‎

Seperti diketahui, jasad Ela Nurhayati ditemukan pertama kali oleh warga pada Selasa 11 September 2018, sekira pukul 11.50 WIB, di rumahnya kawasan Kampung Pangragajian, Desa Kayuambon, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

Saat pertama kali ditemukan, Ela dalam kedaan terluka parah. Terdapat‎ puluhan luka tusuk di tubuh karyawati bank di Lembang tersebut.

Diduga kuat El‎a merupakan korban pembunuhan. Namun untuk memastikan hal itu, polisi terus melakukan penyelidikan.

Dari pemeriksaan sementara diketahui saat ditemukan oleh warga, korban sedang bersama anaknya MA. Anak korban saat itu terlihat menangis dengan kondisi berlumuran darah. Kemudian di rumah korban tidak didapati adanya barang yang hilang.

Korban sendiri memang diketahui tinggal di rumah itu berdua dengan MA. Sang anak juga kerap tinggal bersama ayahnya yang belum diketahui identitasnya dan tinggal di mana.‎

MA kerap mengunjungi ibunya itu dalam waktu satu minggu sekali dengan diantar oleh ayahnya.